Sabtu, 21 Juli 2012

Si Kecil Maunya Makan Junkfood Terus, Bagaimana ya Dengan Kesehatannya


Ilustrasi kasus

- Usia anak yang dituju preschooler usia 4-5 tahun.Sebagai orangtua, selalu menginginkan hal yang terbaik bagi si kecil. Namun ada kalanya si kecil selalu saja memilih apa saja yang ia sukai untuk makan.
Terutama junkfood yang banyak tersaji mulai dari pinggir jalan hingga mall. Lalu bagaimana menyikapinya? Bagaimana kesehatannya?

Daftar Pertanyaan:
1. Apa saja sih sebenarnya kandungan makanan junkfood, seperti hot dog, burger, frechfries, soda, mie instant?
Makanan junk food itu dikenal sebagai istilah yang mendeskripsikan makanan yang tidak sehat atau memiliki sedikit kandungan nutrisi. Junk food mengandung jumlah lemak yang besar, rendah serat, banyak mengandung garam, gula, lemak, kalori tinggi dan zat aditif; tetapi rendah nutrisinya, rendah vitamin, mineral dan juga serat.    Makanan ini seperti  halnya makanan sampah yang kelihatan menyegarkan jika dilihat dari luarnya.. Makanan seperti ini sangat mudah didapatkannya dan mudah pula cara buatnya. Junk food  makanan lezat yang disajikan dalam tempo yang cepat, bentuk dan cara penyajian yang menarik disertai dengan promosi hadiah mainan menjadikan makanan ini makin diminati oleh anak-anak
Aneka makanan junk food di berbagai wilayah seperti halnya, makanan kemasan berpengawet  dalam kaleng ataupun dibungkus plastik. Makanan cepat saji (fast food) yang lebih banyak mengandung lemak dikarenakan menggunakan daging hasil olahan seperti pada burger ataupun kulit  yang merupakan sumber lemak terbesar dari ayam yang disajikan dengan cara digoreng. Makanan ringan yang banyak mengandung penyedap rasa seperti MSG (Monosodium Glutamat). Zat penyedap yang satu ini bisa berakibat buruk pada tubuh jika terlalu banyak kadarnya dalam tubuh.
Hot dog, burger, frechfries  banyak mengandung lemak jenuh dan natrium yang tinggi, konsumsi jangka panjang menyebabkan gangguan jantung dan hipertensi. Mie instant mengandung tinggi garam, miskin vitamin, mineral. Kadar garam tinggi menyebabkan beratnya beban ginjal, meningkatkan tekanan darah dan mengandung trans lipid, memberatkan beban pembuluh darah jantung. Minuman bersoda banyak mengandung gula dan rendah vitamin dan mineral

2. Mengapa jenis makanan cepat saji seperti itu tidak bagus untuk kesehatan?
Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam junk food seperti pada fried chicken, burger, kentang goreng akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner pada anak di usia selanjutnya.
Kadar gula yang tinggi pada junkfood dan obesitas meningkatkan kejadian diabetes melitus. Obesitas pada anak menyebabkan resistensi insulin yang menyebabkan gangguan toleransi glukosa sehingga meningkatkan kemungkinan untuk menderita diabetes tipe 2.
Kandungan  garam dan lemak yang tinggi akan menyebabkan kenaikan tekanan darah.
 
3. Apakah juga mengandung banyak pangawet?
Zat aditif pada makanan ditambahkan secara sengaja untuk tujuan tertentu (intention food additive) tetapi dapat pula secara tidak sengaja saat proses di pabrik atau sebagai kontaminasi. Kebanyakan zat aditif ini ditambahkan untuk mencegah atau memperlambat proses pembusukan, proses perubahan warna atau penguat rasa. Penggunaan pewarna sintetis diperbolehkan namun hendaknya penggunaannya dibatasi. Penggunaan tartrazine menyebabkan reaksi alergi, asma dan hiperaktif  pada anak. Erythrosine menyebabkan reaksi alergi pada pernafasan, hiperaktif  pada anak, tumor tiroid pada tikus.
Pemanis makanan yang paling banyak digunakan pada anak adalah sakarin dan siklamat. Sakarin dan siklamat merupakan jenis zat pemanis yang ditujukan untuk penderita diabetes atau konsumen dengan diet rendah kalori. Penggunaan pemanis yang tidak seharusnya dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Bahan makanan yang dilarang oleh pemerintah adalah asam borat dan senyawanya, asam salisilat dan garamnya, dietilpirokarbonat, dulsin, kalsium klorat, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon, dan formalin.
4. Makanan ringan yang banyak mengandung penyedap rasa seperti MSG (Monosodium Glutamat) apa sih Dok artinya? Dan mengapa harus dijauhkan dari anak-anak? Jika sering dikonsumsi lalu apa yang terjadi pada si kecil?
Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, monosodium glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. MSG disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa. MSG digunakan di seluruh dunia pada hampir semua jenis sayuran, kaldu dan lauk-pauk. MSG juga hadir dalam berbagai makanan olahan seperti daging kalengan dan daging olahan beku, saus tomat, mayones, kecap, sosis, makanan ringan, beberapa produk olahan keju, bumbu mie instan, dll. Penggunaan MSG kadang-kadang “tersembunyi” di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat “penyedap rasa alami”, “protein hidrolisat” dan “rempah-rempah” dalam label makanan Anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG.
Menurut Russell Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills, MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak. Blaylock menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD (attention deficit disorder). MSG juga meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika konsumsi glutamat ditingkatkan, kanker tumbuh dengan cepat, dan kemudian ketika glutamat diblokir, secara dramatis pertumbuhan kanker melambat. Para peneliti telah melakukan beberapa eksperimen di mana mereka menggunakan pemblokir glutamat  yang dikombinasi dengan pengobatan konvensional, seperti kemoterapi, dan hasilnya sangat baik. Pemblokiran glutamat secara signifikan meningkatkan efektivitas obat-obat anti kanker.
Efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan MSG menurut Blaylock adalah kejang, mual, alergi, ruam, serangan asma, sakit kepala, mulut terasa kering, hilang ingatan
Reaksi terhadap MSG dapat terjadi kapan saja, dari mulai segera setelah mengkonsumsi MSG sampai beberapa hari kemudian. Anak-anak lebih rentan terhadap efek negatifnya dibandingkan orang dewasa. Kita sebaiknya menghindari  atau membatasi penggunaan MSG dalam makanan kita. Usahakan makanan dalam bentuk yang paling alami. 

5. Nah, jika sulit sekali si kecil untuk dicegah makan makanan seperti ini, lalu apa yang harus orangtua lakukan?
Orang tua harus berpikir keras dan kreatif untuk menciptakan menu yang menarik baik dari segi rasa maupun penampilan. Dengan menu buatan keluarga diharapkan anak dapat nutrisi yang cukup dari bahan-bahan yang lebih terjamin (tanpa bahan aditif, pengolahannya terjamin) dan menyehatkan. Misalnya burger dengan daging rendah lemak jenuh yang diperbanyak dengan sayuran untuk meningkatkan serat. MSG dapat diganti dengan kaldu ayam atau daging untuk menambah cita rasa masakan.

6. TIP- bagaimana orangtua menghadapi jika si kecil sulit makan makanan sehat dan selalu inginnya makan makanan junk food.
Beberapa tips yang disarankan dibawah ini dapat berguna bagi anda untuk menghindari efek buruk dari konsumsi junk food.
  • Pilih nasi untuk makanan pokok karena akan mengurangi konsumsi lemak dan natrium yang banyak terdapat pada kentang goreng
  • Kurangi porsi dan ukuran. Beli makanan secukupnya dan berbagi dengan keluarga karena akan mengurangi asupan gizi berlebih yang dapat menimbulkan obesitas
  • Ganti softdrink dengan air mineral. Soft drink mengandung banyak gula dan rendah vitamin maka sebaiknya pilih air yang tidak mengandung kalori
  • Jangan mengkonsumsi kulit ayam atau ceker karena kulit ayam sumber lemak dan kolesterol. Buang kulitnya, jika ayam gunakan bagian dadanya karena kandungan lemak yang sedikit dan nikmati dagingnya.
  • Perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung serat dan vitamin
  • Kurangi garam, saus dan mayonais karena saus banyak mengandung natrium dan pengawet sedangkan mayonaise mengandung lemak tinggi. Berikan bumbu alami untuk menambah rasa dan aroma.
  • Baca informasi nilai gizi pada label kemasan. Biasakan membaca informasi nilai gizi sehingga dapat memperkirakan macam dan jumlah zat gizi yang dikonsumsi
  • Biasakan sarapan pagi di rumah. Mulailah sarapan pagi dengan makanan sehat di rumah. Dengan perut yang kenyang maka anak akan malas untuk jajan di luar rumah.
  • Kurangi frekuensi makan junk food atur agar tidak melebihi 3-4 dalam 1 bulan.
  • Olah raga secara teratur dapat membakar energi yang berlebih
  • Jangan memberikan hadiah berupa makanan dan minuman berupa junkfood
  • Batasi menonton televisi, ajarkan anak menafsirkan isi iklan, membangun rasa percaya diri dan harga diri sehingga tidak mudah tergoda pada lingkungan yang tidak sehat
  • Ajak si kecil jika sudah sempurna motorik kasar dan halusnya untuk belajar memasak bersama. Jelaskan tentang bahan makanan, fungsinya untuk kesehatan, kerugian kalau makan junkfood. Dengan mengetahui proses memasak, apa saja makanan sehat; anak akan tertarik untuk makan apa yang sudah dimasaknya sehingga anak terbiasa makan makanan sehat dan secara tidak langsung dia akan menolak junk food karena mengetahui bahayanya. Selain itu dengan belajar memasak ini dapat menambah kebersamaan antar keluarga. 

“Kebanyakan DHA, Apa akibatnya?”


Tanya:
Saya Mom dari Naila (16 bulan). Benarkah terlalu banyak DHA tidak bagus untuk
anak? Apa akibatnya bila terlalu banyak DHA? Sebenarnya untuk anak seumur Naila
berapa jumlah DHA yang diperlukan sebab setiap merek susu formula DHA nya
berbeda? Lantas seberapa besar manfaat yang bisa didapat untuk anak seusia Naila?
Mohon penjelasannya. Terimakasih

Jawab:
DHA ( Asam Dokosaheksaenoat) adalah asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang Ώ-3. DHA merupakan lemak utama pembentuk otak, retina mata dan jantung. DHA sangat diperlukan terutama pada periode perkembangan otak yang sangat cepat (selama hamil – 18 bl setelah kelahiran). DHA membantu bayi untuk mengkoordinasikan antara mata dan tangan, mengembangkan kemampuan motorik serta meningkatkan focus / perhatian. DHA juga membantu bayi untuk tidur dengan lebih nyenyak.
Saat ini banyak produk makanan dan minuman untuk anak yang mendapatkan tambahan DHA. DHA sebenarnya hanyalah komponen terkecil dari asam lemak. Tubuh anak pada dasarnya bisa membuat sendiri sejauh ia mengonsumsi asam lemak tak jenuh atau asam linolenat dan asam linoleat sebagai prekursornya.
Asam linolenat (Omega-3) dan asam linoleat (Omega-6) adalah asam lemak tak jenuh berantai panjang yang menggunakan enzim sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Keduanya bersifat esensial atau tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, hingga harus ada asupan dari makanan. Sumber asam linoleat antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyak wijen, dan lain- ain. Sedangkan, sumber asam linoleat dan linolenat antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai.
DHA yang diperlukan oleh balita dipenuhi dari air susu ibu selain itu juga dapat diperoleh dari asam-asam lemak esensial, dari nabati dan hewani (telur , kedelai, ikan dan produk olahannya termasuk minyak ikan) yang dikomsumsi ibu sejak ia hamil. Bila ibu pada saat hamil rajin mengkomsumsi lemak esensial ini, pembentukan DHA dan AA pada bayi akan terbentuk dengan sendirinya karena asam-asam lemak esensial ini merupakan perintis DHA dan AA. Ensim yang berfungsi untuk proses biosintesa asam-asam lemak esensial menjadi DHA dan AA sudah tersedia di sistem syaraf pusat dan hati di janin dan bayi.
British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO(Food Agriculture Organization) merekomendasikan penambahan DHA dan AA hanya perlu untuk susu formula bayi prematur. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur.
Sedangkan Canadian Joint Working Group and US committee dan American Academy for Pediatric belum merekomendasikan pemberiannya pada susu formula bayi, karena keterbatasan pengalaman klinik dan saat ini sedang dilakukan penelitian untuk jangka panjang. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan hasil bermanfaat tetapi banyak penelitian lain menunjukkan tidak terbukti manfaatnya untuk kecerdasan bayi.
Sampai sejauh ini, memang tak ada keharusan bagi orang tua untuk memberikan susu dengan tambahan zat ekstra tersebut dan juga tak ada larangan karena memang tidak berbahaya. Toh, jika kandungan tersebut tidak digunakan oleh tubuh, maka akan terbuang dengan sendirinya. Apalagi risiko kelebihan ini kecil kemungkinannya terjadi karena kadarnya sudah diperhitungkan. Lain hal kalau kandungan tersebut dikonsumsi dalam bentuk suplemen misalnya, risiko kelebihan bisa saja terjadi.
Orangtua sebenarnya tidak perlu kelewat cemas. Kasus kelebihan DHA seperti yang dialami orang Eskimo merupakan contoh ekstrem. Mereka mengonsumsi ikan setiap hari dalam rentang waktu yang sangat panjang karena alamnya memang mengondisikan demikian.
Sebaliknya, di luar kondisi ekstrem tersebut orangtua tak perlu khawatir apakah bayi mendapatkan DHA dalam jumlah yang cukup. Mengapa? Tak lain karena kebutuhan tersebut akan terpenuhi dari komposisi gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari.
Jumlah DHA yang direkomendasikan oleh WHO/FAO adalah 20 mg DHA per kg berat bayi. Bila bayi rutin mendapat ASI maka DHA yang dikonsumsi sudah cukup untuk memenuhi standart WHO/FAO yaitu sekitar 21 mg DHA per kg berat bayi.
Mom naila yang perlu dimengerti, kandungan tambahan ini hanya akan efektif berfungsi bila bersinergi dengan zat gizi lainnya. Misalnya kandungan AA-DHA akan berfungsi baik bila bersinergi dengan zat besi dalam pembentukan otak. Jadi yang terpenting dari makanan dan minuman yang dikonsumsi adalah zat gizi utamanya, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Jika kebutuhan dasar gizi sudah tercukupi, maka zat ekstra ini baru akan terasa manfaatnya. Disisi lain yang perlu diperhatikan adalah perbandingan DHA dan AA. Tingginya kadar DHA dalam darah memang akan mengurangi pembentukan AA, yang pada beberapa kasus dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis (pecahnya sel darah merah). Nah, di sinilah letak bahaya jika kadar DHA dalam darah terlalu tinggi. Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi/perbandingan asam linoleat dengan asam linolenat, yaitu 5:1 sampai dengan 15:1. Sedangkan perbandingan DHA:AA antara 1:1 sampai 1:2.

SI BATITA SERING PIPIS (BESER)


Belum lama pipis, eh beberapa jam kemudian si kecil Arin sudah pipis lagi. Dalam
sehari sudah ke sekian kalinya bocah berusia 2 tahun itu tak bisa mengontol
buang air kecilnya alias beser. Bagaimana ini?
 
SERING buang
air kecil atau yang lebih dikenal oleh orang awam dengan istilah beser harus diwaspadai karena bisa menandakan adanya suatu penyakit.  Penyebab nya banyak antara lain infeksi saluran kemih, diabetes mellitus, penggunaan obat tertentu, faktor cuaca seperti dingin dan psikis. Paling sering beser pada anak disebabkan karena infeksi saluran kencing.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada bayi dan anak-anak kecil merupakan suatu keadaan yang perlu dicermati karena 5% dari penderitanya hanya menunjukkan gejala yang amat samar dengan risiko kerusakan ginjal yang lebih besar dibandingkan anak-anak yang sudah lebih besar. Dan kerusakan ini dapat berujung pada hipertensi atau menurunnya fungsi ginjal.
ISK dapat mengenai semua orang, mulai bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. ISK lebih sering dtemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa. Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, tetapi selanjutnya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki.
ISK terjadi sebagai akibat masuknya kuman ke dalam saluran kemih. Biasanya kuman berasal dari tinja atau dubur, masuk ke saluran kemih bagian bawah atau uretra, kemudian naik ke kandung kemih dan dapat sampai ke ginjal. Kuman dapat juga masuk ke saluran kemih melalui aliran darah dari tempat lain, sumbatan saluran kemih, kandung kemih yang membesar dan lain-lain. Sama seperti penyakit infeksi lainnya, ISK akan lebih mudah terjadi pada anak dengan gizi buruk atau sistem kekebalan tubuh anak rendah. Anak yang mengalami sembelit atau sering menahan-nahan air kemih (kencing) pun dapat berisiko terkena ISK.
Gejala:
Kadang tanpa gejala, dan didiagnosis setelah terjadi komplikasi gagal ginjal. Pada bayi baru lahir, gejalanya tidak khas, sehingga sering tidak terpikirkan, misalnya suhu tidak stabil (demam atau suhu lebih rendah dari normal), tampak sakit, mudah terangsang atau irritable, tidak mau minum, muntah, mencret, perut kembung, air kemih berwarna kemerahan atau tampak kuning.

Pada bayi lebih dari satu bulan, dapat berupa demam, air kemih berwarna kemerahan, mudah terangsang, tampak sakit, nafsu makan berkurang, muntah, diare, perut kembung atau tampak kuning. Pada anak usia prasekolah atau sekolah, gejala ISK dapat berupa demam dengan atau tanpa menggigil, sakit di daerah pinggang, sakit waktu berkemih, buang air kecil sedikit-sedikit tetapi sering, rasa ingin berkemih, air kemih keruh atau berwarna kemerahan. 

Pengobatan:
Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan air kemih rutin (urinalisis) dan biakan air kemih. Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biakan air kemih memerlukan waktu satu minggu.
Ada tiga hal yang penting yang biasa dilakukan jika pasien sudah didiagnosis sebagaii ISK, yaitu pertama, memberantas infeksi: kedua, mendeteksi, mencegah, dan mengobati infeksi berulang dan ketiga mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya jika ada.
Untuk memberantas infeksi, diberikan obat pembunuh kuman (antimikroba atau antibiotik) selama 7-10 hari. Sedapat mungkin obat pembunuh kuman ini diberikan sesuai dengan hasil uji kepekaan kuman yang diketahui dari hasil biakan air kemih. Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan air kemih secara berkala, dan kalau terdapat infeksi, maka infeksi ini diobati dengan antibiotik yang sesuai.
Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik yang lebih teliti dan kalau perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan/radiologis seperti USG atau pemeriksaan rontgen terhadap ginjal dan saluran kemih. Jika ditemukan kelainan pada saluran kemih, maka tata laksana selanjutnya disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau tidak.
Pencegahan:

Pada anak laki-laki, coba perhatikan ujung kulupnya apakah terlihat kecil atau tidak. Bila ya, bisa jadi ia mengalami phymosis (ujung kulup kecil) sehingga menyebabkannya jarang BAK. Sebagai solusi biasanya dokter akan melakukan pembesaran dengan cara sunat. Kondisi ini perlu diatasi segera karena jika dibiarkan bisa menimbulkan infeksi pada saluran kencing anak.

Pada anak perempuan bisa disebabkan infeksi pada organ intimnya meski bisa juga BAK-nya justru jadi lebih sering. Sebagai pecegahan, sehabis BAK, lubang kencing dan daerah sekitarnya mesti langsung dibersihkan. Sisa air seni bisa mengendap di lipatan-lipatan sekitar kelaminnya dan menimbulkan infeksi. Perhatikan juga teknik menceboki. Jangan menceboki dari arah belakang ke depan namun dari depan kebelakang. Ini dimaksudkan agar kotoran dari anus tidak terbawa ke vagina.

Batuk Pada Anak


Sebagian besar batuk bermanfaat sampai batas tertentu. Namun pada kondisi tertentu, batuk harus diwaspadai karena mungkin ada penyakit yang mendasarinya. Batuk, merupakan masalah respiratorik yang sering dijumpai sehari-hari. Batuk juga merupakan alasan tersering mengapa seorang anak dibawa oleh orang tuanya ke fasilitas kesehatan.
            Anak dapat mengalami 6-12 infeksi saluran pernapasan (ISPA) dalam setahun, umumnya disertai batuk.  Di Amerika Serikat, selama kurun waktu 1995 hingga 1996 sebanyak 24 juta kunjungan pasien ke dokter disebabkan oleh keluhan batuk. Sementara untuk asma tercatat 3 juta kunjungan. Sedangkan di Inggris, batuk yang tidak disertai gejala influenza memiliki prevalensi 28,5 persen pada anak laki-laki, dan 30,3 persen pada anak perempuan.
            Batuk merupakan salah satu mekanisme pertahanan respiratorik yang sangat penting yang akan mencegah aspirasi makanan padat atau cair, dan berbagai benda asing lain. Batuk juga akan membawa keluar sekret berlebih yang diproduksi saluran respiratorik, terutama pada saat terjadi inflamasi respiratorik. 
            Pada keadan tertentu, batuk dapat menjadi masalah. Jika batuk berlangsung berat, sering, dan lama, maka sangat mungkin terdapat penyakit yang mendasarinya. Dengan demikian, tata laksana batuk ditujukan kepada penyakit dasarnya. Penyebab batuk tersering pada anak dalam praktek sehari-hari adalah infeksi respiratorik akut (IRA) terutama disebabkan oleh virus. Beberapa ahli mengklasifikasikan batuk akut sebagai batuk yang berlangsung kurang dari 2 minggu. Hal ini berdasarkan bukti bahwa sebagian besar anak yang mengalami IRA, tiga perempatnya sudah membaik dalam minggu pertama. Batuk ini biasanya bersifat tidak produktif dan self limiting, akan membaik dengan atau tanpa pemberian obat apapun. Sebanyak 94% penderita batuk akut akan membaik pada akhir minggu kedua. Sedangkan jika batuk berlangsung lebih dari 2 hingga 3 minggu maka digolongkan sebagai batuk kronik. 
            Pola penyakit respiratorik anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, virus pada orang dewasa hanya menyebabkan penyakit ringan, seperti salesma, namun pada anak dapat menjadi penyakit yang mengancam nyawa, seperti bronkiolitis dan croup. Penyakit yang sama bisa memberi gejala klinis utama yang berbeda pada anak dengan orang dewasa. “Asma pada pasien dewasa biasanya bermanifestasi sebagai mengi, namun kadang pada anak gejala asma berupa batuk kronik berulang tanpa mengi.
           
Beberapa tipe batuk
  • Batuk seperti menyalak (barky = menyalak) umumnya disebabkan pembengkakkan pada saluran napas atas. Kebanyakan batuk ini disebabkan oleh croup, yakni pembengkakkan pada laring (pangkal tenggorok) dan trakea (batang tenggorok).

  • Croup dapat disebabkan oleh alergi, perubahan suhu pada malam hari, dan yang umum adalah infeksi saluran napas atas. Ketika saluran napas anak mengalami inflamasi, akan terjadi pembengkakkan dekat atau di bawah pita suara, membuat anak sulit bernapas. Anak di bawah usia 3 tahun cenderung terserang croup karena batang tenggoroknya sempit. Croup dapat terjadi tiba-tiba, di tengah malam saat anak tidur. Sering disertai suara keras ketika anak menarik napas.

  • Batuk rejan (whooping cough) merupakan nama lain penyakit pertusis, yakni infeksi saluran napas disebabkan bakteri bordetella pertussis. Penyakit ini ditandai dengan batuk yang diakhiri dengan suara keras saat anak menarik napas. Gejala lain pertusis termasuk hidung berair, bersin, batuk dan sedikit demam. Walaupun pertusis dapat terjadi pada semua usia, umumnya terjadi pada balita di bawah usia 1 tahun yang tidak diimunisasi. Vaksin pertusis yang merupakan bagian dari imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) rutin diberikan dalam 5 dosis sebelum anak berusia 6 tahun. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi yang disarankan oleh dokter. Pertusis sangat menular. Bakteri dapat menyebar antar manusia di udara melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk atau tertawa. Orang lain dapat juga terinfeksi karena menghirup percikan atau menyentuh mulut atau hidung yang terkena percikan.(info http://www.whoopingcough.com.au/)

Pengaruh Nutrisi dan stimulai terhadap kecerdasan


Pengaruh Nutrisi dan stimulai terhadap kecerdasan

Anak yang cerdas, siapa tak ingin. Kecerdasan, selain ditunjang genetik juga ditunjang nutrisi yang baik, zat besi salah satunya. Faktanya, ia turut menunjang kecerdasan anak-anak. Kenyataannya, ia banyak terlupakan.


 Perkembangan otak sejak dari kandungan hingga remaja
Dahulu, pembentukan otak dianggap telah selesai ketika bayi dalam kandungan. Ternyata beberapa bagian otak masih tetap terbentuk setelah kelahiran misalnya bagian otak yang penting untuk daya ingat dan hubungan antara tempat dan kejadian, serta bagian yang penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan.
Otak mengandung milyaran sel saraf. Sel serabut saraf yang telah terbentuk ini harus saling berhubungan satu sama lain agar dapat berfungsi baik. Proses ini disebut sinaptogenesis. Rangsangan yang baik pada anak akan menghasilkan proses sinaptogenesis yang optimal.
Perkembangan otak tidak terlepas dari pembentukan mielin.Mielinasi atau pembentukan selubung saraf terjadi pada kehamilan trimester ke tiga hingga 2 tahun setelah kelahiran. Proses ini penting untuk menyempurnakan kerja otak. Mielin terdiri dari berbagai zat yang mengandung banyak lemak. Berbagai jenis lemak sangat diperlukan sebagai bahan pembentuk selubung saraf. Mielin juga mengandung protein. Yang tak kalah penting, mielin membutuhkan zat besi untuk pembentukannya.
Untuk apa mielin? Otak berisi kumpulan saraf yang kerjanya berdasarkan aliran impuls dari saraf yang satu ke yang lain. Tanpa mielin, aliran impuls tersebut tak akan berjalan optimal. Ibarat suatu arus berhantaran listrik, mielin adalah lapisan pengaman yang memastikan arus mengalir dengan baik.

Benarkah nutrisi berperan?
Gangguan gizi saat anak dalam kandungan ataupun sudah lahir bisa menyebabkan perubahan bentuk dan fungsi otak. Jika ibu kekurangan gizi pada kehamilan trimester satu, sel saraf janin bisa berkurang, sedangkan bila kekurangan terjadi pada trimester ketiga, kematangan sel sarafnya yang terganggu.
Bila anak pernah kekurangan nutrisi, ketika sekolah ia menunjukkan gangguan fungsi motorik kasar, motorik halus, kecerdasan, perilaku, dan interaksi sosial. Konsentrasi anak menjadi berkurang, anak kurang gembira, dan terjadi perubahan hormonal yang nantinya juga akan mempengaruhi kecerdasannya.
Banyak ahli yang memfokuskan diri pada jenis nutrisi yang diduga paling penting untuk otak, salah satu yang banyak diteliti adalah zat besi:
  • Zat besi adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf.
  • Zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf.
  • Zat besi ditemukan dalam otak secara tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian otak tersebut.
 Apa yang terjadi jika anak kekurangan zat besi?
Proses mielinasi terganggu
Fungsi pendengaran ditemukan menurun pada hewan penelitian yang sengaja dibuat kekurangan zat besi. Anak yang mengalami kekurangan zat besi saat usia 6 bulan menunjukkan gangguan kecepatan hantar saraf dari pendengaran karena kurang sempurnanya mielinasi. Efek ini menetap hingga anak berusia 2-4 tahun walau sudah diobati.
Mielinasi saraf penglihatan berlanjut sampai anak berusia 2 tahun. Jika anak pernah alami kekurangan zat besi, saat usia 3-5 tahun respon penglihatannya menjadi lebih lambat.
Pembentukan zat kimia penunjang kerja otak (neurotransmitter) terhambat
Sel saraf diatur oleh zat kimia disebut neurotransmiter dan kekurangan zat besi bisa menghambat produksinya. Misalnya, zat besi turut berperan dalam pembentukan neurotransmiter dopamine. Anak yang kekurangan dopamine akan memperlihatkan perilaku hiperaktif.
Berkurangnya kemampuan belajar dan kecerdasan
Anak yang pernah kekurangan zat besi menunjukkan skor motorik dan IQ lebih rendah pada usia 11-14 tahun. Kekurangan zat besi pada usia sekolah juga menyebabkan sulit konsentrasi dan gangguan kecerdasan terutama untuk pelajaran matematika.
Suatu penelitian di Indonesia menunjukkan anak sekolah yang kadar hemoglobinnya kurang dari 11 g/dl (anemia akibat kekurangan zat besi) lalu diobati selama tiga bulan, terjadi perbaikan kemampuan belajar tetapi tetap saja lebih rendah daripada anak normal.
Kekurangan zat besi pada anak juga dapat menyebabkan penurunan nilai tes psikologi, tes konsentrasi, mengurangi kemampuan belajar konsep, dan menurunkan daya ingat.
Menyebabkan anemia dan segala efeknya.
Zat besi penting untuk pembentukan sel darah merah, sehingga kekurangan zat ini bisa menimbulkan anemia atau penyakit kurang darah. Sel darah merah punya tugas mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi kekurangan, anak akan kekurangan oksigen secara kronis. Akibat anemia ditambah efek kekurangan zat besi yang lain, anak bisa alami berbagai penyakit.
 Sinaptogenesis
  • Sinaptogenesis berjalan sejak lahir, sebagian besar selesai usia 2-3 tahun, sebagian kecilnya berlanjut hingga remaja.
  • Sinaptogenesis untuk fungsi penglihatan dan pendengaran: maksimal usia 3 bulan, selesai usia 5 tahun.
  • Sinaptogenesis untuk fungsi bicara: maksimal usia 9 bulan dan selesai usia 5 tahun.
  • Sinaptogenesis untuk fungsi kecerdasan terus berkembang hingga remaja.
 Tak terlambat untuk berobat
Jika anak sudah didiagnosis kekurangan zat besi, tak ada kata terlambat untuk berobat:
  • Pemberian zat besi secara suntikan selama 5 hingga 10 hari untuk bayi yang anemia akibat kekurangan zat besi dapat memperbaiki kemampuan anak. Perbaikan terlihat berupa peningkatan IQ, perbaikan perilaku, dan konsentrasi anak.
  • Efek jangka panjang pada anak yang mendapat pengobatan lebih baik daripada yang tidak diobati.
 Kiat cegah kekurangan zat besi
  1. Perhatikan asupan zat besi sejak ibu hamil atau merencanakan kehamilan. Ingatlah bahwa perkembangan otak anak sudah dimulai sejak masih berbentuk janin.
  2. Persediaan zat besi pada bayi baru lahir pun ditentukan saat kehamilan ibu.
  3. Pastikan diet anak mengandung zat besi dengan memperhatikan masa-masa tumbuh kembangnya dan tingkatkan pengetahuan ibu tentang makanan yang kaya akan zat besi.
  4. Pilihlah sereal atau susu formula sapi yang diperkaya zat besi.
  5. Lakukan deteksi dini anemia kekurangan zat besi pada bayi, misalnya memeriksa kadar hemoglobin bayi saat usia 9 bulan. Jika kadarnya kurang dari 11 mg/dl, diperlukan terapi zat besi selama tiga bulan.